Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan kemiskinan Daerah (TKPKD) yang juga adalah wakil Bupati Kabupaten Sambas mengunjungi hasil bedah rumah dari dana swadaya warga lumbang khususnya di dusun penyengat. Kunjungan yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 28 pebruari 2011 ini adalah sebuah apresiasi terhadap keberhasilan pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan yang dijalankan oleh LKM Lestari Desa Lumbang. Selain itu beliau juga melihat secara langsung hasil kegiatan pemanfaatan bantuan langsung Masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Perkotaan yang telah selesai dilaksanakan. dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi Mengatakan program ini adalah milik masyarakat, dengan adanya program ini masyarakat diharapkan menumbuhkan kembali budaya kegotong royongan yang memang sudah ada sejak dahulu kala sehingga dapat mempercepat proses pembangunan di wilayahnya masing masing. Selain itu beliau mengatakan bahwa pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab untuk terlaksananya keberlanjutan program.
Sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah fasilitator memilik fungsi sentral dalam pelaksanaan program secara langsung dilapangan, karena itu beliau mengharapkan adanya koordinasi yang continue antara pelaku (fasilitator dan LKM) ditingkat masyarakat dengan pemerintah daerah. Sehingga akan terjalin kerjasama yang baik dalam rangka penanggulangan kemiskinan di daerah terutama kabupaten sambas.
Kunjungan Ketua TKPKD Kabupaten Sambas ini juga dihadiri oleh Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) kec. Sambas yaitu bapak Muslimin yang sekaligus sebagai Sekcam Sambas. PJOK sangat berterimaksih sekali dengan warga lumbang yang telah mampu menumbuhkan swadaya warganya melalui program PNPM Mandiri Perkotaan dan sedianya ini menjadi contoh bagi warga warga di wilayah Kecamatan sambas yang menjadi sasaran PNPM Mandiri Perkotaan.
Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Lestari desa lumbang melalui koordinator nya Arif Rachman menjelaskan bahwa bedah rumah ini muncul karena keinginan kuat dari warga sendiri untuk saling membantu terutama kepada warga yang tidak mampu, dikatakan oleh Arif Rachman PNPM Mandiri Perkotaan telah mampu mengubah perilaku kegotong royongan warga terutama warga lumbang yang sebelum adanya program ini kegotong royongannya sangat lemah bahkan hampir hilang namun setelah adanya program ini tumbuh kembali dan bahkan semakin kuat. Bedah rumah ini adalah murni dari swadaya masyarakat dengan dana yang terkumpul kurang lebih Rp. 2.800.000,- demikian ditambahkan oleh Junaidi Kepala Dusun Penyengat Desa Lumbang dengan dialek sambas yang kental.
LKM sebagai lembaga amanah masyarakat harus mampu menjadi motor pengerak perubahan nilai nilai luhur yang ada dimasyarakat, penumbuhan nilai nilai luhur ini lah yang salah satunya dapat mempercepat pembangunan didesa masing masing. Dengan modal ini akan ada kepercayaan dari pihak lain terutama stakeholder daerah untuk memberikan channeling kepada LKM. Disamping itu penguatan penguatan pemahaman program baik ditingkat masyarakat maupun tingkat kota juga harus terus dilakukan sehingga akan terbangun sinergi antara pemerintah daerah dan masyarkat yang nanti nya akan tertuang didalam Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan Kota (PJM Pronangkis Kota) demikian yang dikatakan Askorkot CD Mandiri Kabupaten Sambas Eddy Satriadi.
